Harga Herbisida Clincher Terjangkau Dapat Menjaga Lahan Tanam
Buka Daftar Isi :
Gulma yang tumbuh secara liar pada lingkungan sekitar lahan tanam yang berguna sebagai tempat budidaya bisa menjadi salah satu ancaman petani.
Sebab, gulma dapat bersaing dengan tanaman budidaya untuk mendapatkan asupan air, unsur hara, dan cahaya matahari, yang tanaman perlukan supaya pertumbuhannya sehat.
Tidak hanya itu, gulma juga dapat menjadi tempat berkembang biak untuk beraneka penyakit serta hama berbahaya, yang bisa menyerang ke tanaman.
Sehingga, jika petani mendapati kehadiran gulma liar pada lingkungan lahan pertanian, perlu segera memusnahkannya, supaya kondisi lahan tanam tetap aman.
Untuk mengatasi gulma yang tumbuh liar, petani bisa memangkasnya dengan cara manual atau memanfaatkan beberapa produk herbisida yang harganya terjangkau.
Salah satu contohnya merupakan harga herbisida Clincher yang murah serta berkualitas terbaik, produk dari PT DOW Indonesia.
Petani dapat mengetahui harga herbisida Clincher yang cukup terjangkau dan memiliki kualitas unggul pada Toko Pertanian Belanja Tani.
Harga herbisida Clincher yang murah dalam Toko Pertanian Belanja Tani tersedia pada dua kemasan, yaitu kemasan 200 dan 500 ml.
Bahan aktif yang terdapat dalam herbisida Clincher adalah Butil Sihalofop 100 g/l, yang terbukti manjur untuk memberantas pertumbuhan gulma liar.
Dengan kandungan bahan aktif tersebut, petani bisa menggunakan herbisida Clincher untuk membasmi gulma Echinochloa crus-galli, Leptochloa chinensis dan banyak yang lain.
Herbisida Clincher dapat petani manfaatkan untuk membasmi pertumbuhan gulma liar pada sekitar lahan pertanian, tempat budidaya tanaman padi.
Berkualitas unggul, manjur membasmi gulma, harga herbisida Clincher terjangkau, membuat produk herbisida ini idola petani untuk menumpas pertumbuhan gulma liar.
Saat akan memakai herbisida Clincher, petani perlu memperhatikan dosis serta cara penggunaan yang tepat, agar lahan tanam tetap dalam kondisi aman.
Baca Juga : Obat Rumput Padi Paling Ampuh Andalan Petani Saat Budidaya
Cara Aplikasi Herbisida Clincher Dengan Benar Untuk Basmi Gulma
Clincher adalah suatu produk herbisida yang menjadi favorit petani, untuk membasmi pertumbuhan gulma liar pada lingkungan sekitar lahan tempat budidaya.
Sebab, harga herbisida Clincher terbukti cukup murah, sehingga bisa menjadi pilihan petani, yang tidak mempunyai modal banyak ketika menjalankan proses budidaya.
Herbisida Clincher memiliki kandungan bahan aktif Butil Sihalofop, yang efektif untuk menumpas gulma Leptochloa chinensis, Echinochloa crus-galli serta banyak lainnya.
Saat akan memakai herbisida Clincher, petani perlu memperhatikan dosis serta cara aplikasi yang benar, supaya lahan tanam tetap dalam keadaan aman.
Pada bawah ini merupakan beraneka cara aplikasi herbisida Clincher dengan benar, untuk memberantas pertumbuhan gulma liar pada sekitar lahan pertanian.
Waktu Aplikasi
Herbisida Clincher paling efektif petani manfaatkan ketika tanaman padi sudah berumur 2 – 4 minggu setelah tanam.
Pada tahap ini, gulma sudah tumbuh dengan liar, namun belum terlalu besar, sehingga lebih mudah petani basmi.
Aplikasikan Clincher saat gulma masih berada pada tahap pertumbuhan muda (berkisar 2 – 5 daun). Jika gulma sudah terlalu besar atau dewasa, herbisida akan menjadi kurang efektif.
Sebaiknya semprotkan pada pagi atau sore hari untuk menghindari penguapan herbisida akibat sinar matahari yang terik.
Dosis dan Konsentrasi yang Tepat
Umumnya, dosis herbisida Clincher bisa bervariasi tergantung pada tingkat pertumbuhan gulma dan kondisi lahan tanam.
Gunakan volume air sekitar 200 – 400 liter per hektar untuk persebaran herbisida Clincher secara merata pada seluruh area.
Larutkan Clincher ke dalam air dengan perbandingan yang sesuai berdasarkan rekomendasi label produk. Campur dengan baik untuk memastikan aplikasi secara merata.
Dalam campuran air dan herbisida Clincher tersebut, petani bisa menambahkan perekat, supaya kerja herbisida lebih optimal.
Teknik Penyemprotan
Gunakan alat penyemprot yang kondisinya bersih dan dalam kondisi baik, seperti sprayer punggung atau boom sprayer.
Pastikan nozzle sprayer dalam kondisi bersih dan tidak tersumbat agar aliran herbisida Clincher dapat konsisten serta tersebar merata.
Semprotkan herbisida dengan cara menyilang (cross spraying) untuk memastikan semua bagian gulma terkena herbisida. Pastikan daun gulma yang berada pada bawah juga terpapar.
Cara penyemprotan harus petani lakukan secara perlahan dan merata untuk menghindari pemborosan dan memastikan seluruh gulma terpapar.
Pengelolaan Air Di Lahan Sawah
Sebelum aplikasi Clincher, turunkan pengairan pada sawah sampai lahan hampir kering atau dengan genangan tipis sekitar 2 – 5 cm.
Setelah penyemprotan, biarkan lahan dalam kondisi yang sedikit tergenang air selama kurang lebih sekitar 24 – 48 jam.
Berikutnya, petani dapat menaikkan pengairan kembali ke level normal setelah herbisida terserap oleh gulma liar.
Jangan biarkan air mengalir keluar sawah segera setelah aplikasi, karena ini bisa mengurangi efektivitas herbisida.
Tindakan Pencegahan
Saat mencampur dan menyemprot herbisida, gunakan peralatan seperti sarung tangan, masker, dan baju pelindung untuk menghindari kontak langsung dengan bahan kimia.
Aplikasikan herbisida Clincher saat kondisi angin sedang tenang untuk menghindari drift herbisida ke tanaman padi atau area lain.
Untuk mencegah resistensi gulma, usahakan untuk tidak menggunakan Clincher secara berulang kali dalam beberapa musim tanam berturut – turut.
Lakukan rotasi dengan produk herbisida lain yang memiliki sistem mekanisme kerja berbeda.
Efek dan Pengamatan
Gulma biasanya mulai menunjukkan gejala keracunan (menguning dan layu) dalam waktu 5 – 10 hari setelah aplikasi.
Jika tidak ada tanda efektivitas, periksa kemungkinan faktor penghambat seperti kondisi tanah, teknik penyemprotan yang kurang baik, atau dosis yang tidak tepat.
Gulma liar umumnya akan mati dalam waktu sekitar 2 – 3 minggu setelah petani mengaplikasikan herbisida Clincher.
Baca Juga : Jual Harga Rumpas 100 Ml Murah Dapat Melindungi Tanaman Dari Gulma


Leave A Comment