Jenis Gulma Yang Dapat Tumbuh Secara Liar Pada Lahan Tanam
Buka Daftar Isi :
Pertumbuhan gulma liar pada lingkungan sekitar lahan pertanian yang berfungsi sebagai tempat budidaya mampu mengganggu fase perkembangan tanaman yang petani budidayakan.
Sebab, gulma bisa bersaing dengan tanaman budidaya untuk mendapatkan asupan air, cahaya matahari, unsur hara yang tanaman perlukan supaya tumbuh sehat.
Beberapa hama atau penyakit berbahaya yang bisa menyerang ke tanaman juga dapat bersarang dan berkembang pada gulma liar.
Maka dari itu, apabila petani mengetahui gulma yang tumbuh liar pada sekitar lahan budidaya, perlu memberantasnya segera, agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
Namun, sebelum memberantas pertumbuhan gulma liar, petani harus mengenal jenis gulma liar tersebut terlebih dahulu.
Dengan mengenal beberapa jenis gulma liar tersebut, petani akan mengetahui teknik pemberantasan yang lebih baik.
Berikut ini adalah bermacam – macam jenis gulma liar, yang dapat tumbuh pada sekitar lahan pertanian, yang berfungsi sebagai tempat budidaya.
Richardia Brasiliensis
Richardia brasiliensis yang terkenal sebagai gulma tropis, adalah spesies gulma yang umum tumbuh pada berbagai daerah tropis dan subtropis.
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan dan sering menjadi masalah pada lahan pertanian serta area perkebunan.
Gulma Richardia brasiliensis memiliki daun berwarna hijau yang berbentuk oval atau elips dengan tepi halus. Daunnya tersusun berpasangan pada sepanjang batang.
Sementara batangnya berbentuk persegi empat dengan tekstur agak kasar. Tanaman ini bisa tumbuh dengan batang merayap atau tegak, tergantung kondisi lingkungannya.
Tanaman ini memiliki sistem akar serabut yang dangkal namun kuat, membuatnya sulit untuk tercabut sepenuhnya. Terutama karena dapat tumbuh kembali dari sisa akar yang tertinggal.
Gulma ini mampu untuk tumbuh pada tanah yang terganggu, seperti lahan pertanian, kebun, dan pinggir jalan.
Penyebaran biji utamanya lewat angin, air, serta aktivitas manusia, seperti peralatan pertanian yang terkontaminasi biji gulma.
Richardia brasiliensis bersaing dengan tanaman budidaya dalam hal air, cahaya, dan nutrisi tanah, sehingga dapat mengurangi produktivitas hasil pertanian.
Untuk mengendalikan gulma Richardia brasiliensis, petani dapat mencabutnya secara manual, merotasi tanaman dengan baik.
Menutup tanah lahan tanam dengan mulsa dan aplikasi herbisida dengan memperhatikan dosis pemakaian yang tepat.
Panicum Repens
Panicum repens atau terkenal sebagai rumput alang – alang perenial, merupakan spesies gulma yang merugikan pada berbagai ekosistem.
Asal dari tanaman adalah dari daerah tropis dan subtropis Afrika, Asia, dan Eropa, tetapi telah menyebar ke berbagai wilayah lain.
Daun Panicum repens berwarna hijau pucat hingga hijau gelap, dengan panjang 10 – 30 cm. Bentuk daunnya panjang dan tipis, dengan permukaan daun kasar dan tepi agak bergerigi.
Batangnya merayap pada atas tanah (stolon) dan juga membentuk rimpang pada bawah tanah, yang sangat kuat dan sulit hilang.
Sistem perakaran dari gulma Panicum repens sangat luas dan terdiri dari rimpang yang tebal dan dalam.
Rimpang tersebut membantu tanaman bertahan dan menyebar, bahkan setelah pengendalian mekanis seperti pencabutan atau pembajakan.
Panicum repens menyebar melalui dua cara utama, yaitu :
- Rimpang : Rimpang yang kuat memungkinkan tanaman ini menyebar secara vegetatif, menghasilkan tunas baru dari rimpang yang terpotong atau tertinggal pada tanah.
- Biji : Selain penyebaran vegetatif, biji Panicum repens juga tersebar melalui angin, air, atau aktivitas manusia seperti penggunaan alat – alat pertanian.
Rumput ini bersaing dengan tanaman budidaya dalam hal air, nutrisi, dan sinar matahari. Populasi yang padat bisa secara signifikan mengurangi hasil panen pada lahan pertanian.
Untuk mengendalikan gulma Panicum repens, petani dapat memangkasnya secara manual sampai ke akar, menutup tanah dengan mulsa.
Praktek rotasi tanaman dengan rutin, menghindari gangguan tanah yang berlebihan, dan aplikasi herbisida dengan dosis yang tepat.
Fimbristylis Littoralis
Fimbristylis littoralis adalah spesies gulma yang biasanya tumbuh di daerah perairan dangkal, lahan basah, sawah, dan tanah berlumpur.
Tanaman ini tersebar luas pada berbagai daerah tropis dan subtropis seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan.
Sebagai gulma, Fimbristylis littoralis sering menjadi masalah pada lahan pertanian, khususnya pada sawah padi.
Daun Fimbristylis littoralis cukup ramping, berbentuk linier, dan berwarna hijau, dengan panjang 10 – 40 cm. Daun tumbuh langsung dari pangkal tanaman dan biasanya lebih pendek dari batangnya
Batang tanaman ini berbentuk silindris, tegak, dan tanpa daun. Batang bisa mencapai ketinggian antara 30 – 60 cm.
Sistem akarnya dangkal, serabut, dan menyebar luas pada permukaan tanah atau lumpur. Ini membuat tanaman ini stabil pada habitat basah dan berlumpur.
Fimbristylis littoralis menyebar terutama melalui biji. Biji – bijinya yang ringan dapat tersebar oleh air, angin, serta melalui aktivitas manusia dan hewan.
Dalam lingkungan sawah, penyebarannya sangat cepat karena biji dapat dengan mudah terbawa oleh air irigasi.
Gulma ini menjadi masalah serius pada sawah karena bersaing dengan tanaman padi untuk mendapatkan air, cahaya matahari, dan nutrisi.
Pada populasi yang lumayan tinggi, Fimbristylis littoralis bahkan dapat mengurangi hasil panen padi secara signifikan.
Tanaman ini dapat mengubah sifat fisik dan kimia tanah sekitarnya, terutama pada lahan yang tergenang, sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya.
Untuk mengendalikan gulma Fimbristylis littoralis, petani dapat menyianginya secara manual, merotasi tanaman dengan rutin.
Mengatur pola irigasi dengan baik, meningkatkan sanitasi pada lahan tanam dan aplikasi herbisida dengan dosis yang sesuai.
Baca Juga : Jual Harga Goal 100 Ml Terjangkau Yang Efektif Basmi Gulma Liar


Leave A Comment