Penyakit Pada Jagung Akibat Serangan Jamur

penyakit, tanaman, jagung, cendawan, jamur, patogen

Menyediakan Fungisida Terbaik Untuk Jagung Kualitas Terbaik Di Belanja Tani

Seperti penjelasan sebelumnya, salah satu ancaman yang mengintai dalam budidaya tanaman jagung adalah serangan penyakit. Penyebabnya pun cukup beragam, dan salah satu penyebabnya adalah infeksi cendawan.

Ancaman serangan penyakit pada jagung akibat serangan jamur tetap mengintai meskipun telah melakukan tindakan pencegahan. Karena itu, perlu tindakan pengendalian apabila terjadi serangan penyakit pada jagung akibat infeksi jamur.

Tindakan pengendalian yang bisa dilakukan pun bisa bermacam – macam, seperti memotong dan memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan rotasi tanaman, mengaplikasikan fungisida, dll.

Tetapi hal yang lebih penting sebelum melakukan tindakan pengendalian adalah mengetahui contoh penyakit akibat serangan cendawan yang bisa menyerang tanaman jagung.

Beberapa contoh penyakit akibat jamur yang sering menyerang tanaman jagung yaitu :

  • Layu Verticilium

Penyakit karat daun disebabkan oleh infeksi cendawan Verticillium spp. Patogen ini mampu bertahan pada sisa – sisa tanaman di dalam tanah. Cendawan Verticllium memulai serangannya dengan memasuki jaringan vaskuler tanaman melalui akar kecil maupun luka pada kulit tanaman.

Selanjutnya, cendawan ini akan tumbuh secara cepat serta menghalangi transportasi unsur hara dan air. Sehingga, menyebabkan layu serta pembusukan daun dan batang. Dalam kondisi selanjutnya, cendawan Verticillium mampu menjajah jaringan mati dan membentuk susunan berwarna gelap.

Gejala tanaman terserang penyakit layu verticillium yaitu terjadi penguningan pada daun, tanaman nampak layu pada kondisi cuaca layu, jaringan vaskuler menjadi berwarna kecoklatan, dll.

  • Busuk Pelepah

Penyakit busuk pelepah disebabkan oleh infeksi cendawan Rhizoctonia solani. Patogen ini mampu bertahan hidup pada rumput liar ataupun sisa – sisa tanaman yang terinfeksi.

Tingkat kelembaban tinggi (± 90 – 100 %), suhu yang mendukung (± 15 – 35° C), dll akan semakin menyebabkan tingkat perkembangan penyakit busuk pelepah semakin lebih parah.

Cendawan Rhizoctonia mampu menyebar melalui beberapa media, seperti pakaian, peralatan pertanian, air irigasi, banjir, dll. Penyakit busuk pelepah harus segera dikendalikan agar tidak terjadi efek buruk berkelanjutan.

Gejala penyakit busuk pelepah contohnya seperti terdapat bercak serta lingkaran konsentris berair pada daun dan pelepah yang berubah warna, terlihat jaringan miselium pembentuk tubuh jamur seperti kapas coklat muda pada jaringan yang terinfeksi, dll.

  • Busuk Batang Arang

Penyakit busuk batang arang disebabkan oleh infeksi cendawan Macrophomina phaseolina. Penyakit ini mampu berkembang secara baik pada lingkungan kering dan panas.

Cendawan Macrophomina bisa bertahan hidup dalam jangka waktu lama melalui sisa – sisa tanaman inang atau di tanah. Penyakit busuk batang arang apabila telah menginfeksi akar dan jaringan transportasi maka akan menyebabkan terganggunya transportasi nutrisi serta air, sehingga bagian atas tanaman menjadi kering.

Gejala yang lebih parah bisa terjadi jika kondisi lingkungan mendukung, seperti suhu tanah yang cenderung lebih tinggi, musim kemarau, serta pemupukan secara berlebihan pada tahap akhir pertumbuhan tanaman.

  • Embun Tepung

Penyakit embun tepung disebabkan oleh infeksi cendawan Erysiphaceae. Penyebaran spora Erysiphaceae mampu menyebar melalui beberapa media, seperti air, angin, serta serangga.

Dalam kondisi kering pun penyakit embun tepung tetap bisa berkembang. Cendawan Erysiphaceae bisa bertahan pada suhu 10 – 12° C, tetapi akan lebih optimal perkembangannya pada suhu 30° C.

Gejala awal tenaman terserang embun tepung yaitu muncul pada daun sisi atas muncul bintik – bintik berwarna kuning. Pada tahap selanjutnya, terdapat lapisan tepung berwarna keputihan yang menutupi serta menyebar pada batang, daun, serta buah.

Baca Juga : Obat Daun Cabe Mengkerut Lindungi Tanaman Pertanian