Golongan Insektisida Yang Petani Gunakan Untuk Menjaga Tanaman

regent bubuk, bahan aktif regent, kegunaan insektisida regent, dosis insektisida regent, harga regent bubuk

Jual Insektisida Regent Bubuk Harga Murah Berkualitas Terbaik | Belanja Tani

Serangan hama pada tanaman budidaya dapat membuat petani rugi, karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, bahkan dalam serangan yang parah mengakibatkan tanaman layu.

Saat memberantas serangan hama pada tanaman budidaya, biasanya petani menggunakan insektisida yang telah terbukti ampuh untuk membasmi hama pada tanaman.

Oleh karena itu pemakaian dari insektisida untuk mengatasi hama adalah suatu kunci kesuksesan untuk petani saat melakukan kegiatan budidaya tanaman.

Namun, saat memakai insektisida untuk memberantas hama, petani perlu untuk menyesuaikan dosisnya agar tanaman budidaya bisa tumbuh dengan lebih sehat.

Apabila pemakaian insektisida dosisnya tidak petani sesuaikan, bisa berdampak buruk pada tanaman, lingkungan, bahkan bisa menghambat pertumbuhan tanaman budidaya.

Oleh sebab itu supaya tanaman bisa tumbuh sehat, dosis dari penggunaan insektisida harus petani sesuaikan untuk mengatasi hama pada tanaman.

Ada beberapa golongan insektisida yang umumnya petani gunakan untuk memberantas hama yang umumnya menyerang pada tanaman budidaya.

Berikut adalah beraneka golongan insektisida yang biasanya dapat petani gunakan untuk memberantas hama yang menyerang pada tanaman budidaya.

Golongan Insektisida Berdasarkan Hama Sasaran

Supaya pembasmian hama pada tanaman budidaya lebih maksimal, petani sebaiknya memakai insektisida yang memiliki kandungan bahan aktif berdasarkan hama sasarannya.

Ada banyak golongan insektisida yang mengandung bahan aktif berdasarkan hama sasarannya serta bisa petani gunakan untuk memberantas hama tanaman budidaya.

Seperti golongan insektisida dengan bahan aktif Lufenuron, Flufenoksuron, Amitraz, Fipronil, Klorpirifos dan masih banyak lagi beraneka bahan aktif yang lainnya.

Yang pertama adalah insektisida dengan kandungan bahan aktif Lufenuron dan biasa petani gunakan untuk memberantas hama penggerek daun, wereng serta ulat grayak.

Beraneka merek insektisida dengan bahan aktif Lufenuron yaitu Losmine 50 EC, Nagano 80 EC, Armcide 50 WG dan masih banyak lainnya.

Kedua merupakan insektisida yang berbahan aktif Flufenoksuron serta terkenal ampuh untuk membasmi hama penggorok daun, kutu daun dan tungau.

Beberapa merek insektisida yang mengandung bahan aktif Flufenoksuron contohnya adalah Cascade 50 EC, Fartner 85 EC serta masih ada lainnya.

Yang ketiga yaitu insektisida dengan kandungan bahan aktif Amitraz yang efektif untuk membasmi orong – orong, ulat tanah serta cacing pada tanaman.

Beraneka merk insektisida dengan kandungan bahan aktif Amitraz salah satu contohnya seperti Rotraz 200 EC.

Keempat adalah insektisida yang mengandung bahan aktif Fipronil dan terkenal ampuh untuk memberantas hama belalang, wereng, jangkrik yang menyerang tanaman.

Beberapa merek insektisida dengan bahan aktif Fipronil contohnya adalah Morgent 50 SC, Regent Bubuk, Destar 50 SC dan berbagai merek lainnya.

Terakhir yaitu insektisida yang mengandung bahan aktif Klorpirifos serta terkenal efektif untuk memberantas wereng, cacing, jontrot dan ulat penggerek batang pada tanaman.

Untuk berbagai merek insektisida dengan bahan aktif Klorpirifos contohnya seperti Klocyper 500 EC, Posban 200 EC dan banyak lagi yang lainnya.

Golongan Insektisida Berdasarkan Cara Kerjanya

Berdasarkan dengan cara kerjanya, bahan aktif insektisida dapat terbagi menjadi beraneka golongan berbeda tergantung cara kerjanya terhadap tanaman budidaya.

Secara keseluruhan, bahan aktif insektisida berdasarkan cara kerjanya terpisah menjadi empat golongan berbeda, contohnya adalah Karbamat, Organofosfat Organoklorin serta Pyrethroid.

Pertama, merupakan insektisida golongan Karbamat dengan cara kerjanya yaitu menekan enzim asetilkolinesterase yang biasanya terdapat pada hama secara bolak balik.

Cara kerja insektisida yang memiliki kandungan bahan aktif Karbamat lumayan mirip dengan Organofosfat, tetapi jenis insektisida Karbamat akan mudah untuk terurai.

Yang kedua yaitu insektisida bergolongan Organofosfat yang cara kerjanya adalah akan menghambat enzim pada hama, yakni enzim dengan nama asetilkolinesterase.

Enzim asetilkolinesterase dapat berfungsi pada fase penimbunan asetilkolin, yang umumnya ada pada jaringan impuls dari sistem saraf otot dari hama.

Hama yang mendapat semprotan insektisida yang bergolongan Organofosfat akan merasakan kejang otot, lalu serangga tersebut akan lumpuh.

Hingga akhirnya, hama tersebut perlahan mati, dalam keadaan lumpuh, setelah petani menggunakan insektisida golongan Organofosfat dengan teratur.

Ketiga adalah insektisida bergolongan Organoklorin dengan cara kerjanya yaitu dapat menyerang secara langsung terhadap saraf pusat dalam dari hama.

Hama yang memperoleh semprotan insektisida dengan bahan aktif ini akan mengalami kejang dan hiperaktivitas, yang selanjutnya akan mengakibatkan hama mati.

Namun, petani jarang memakai insektisida yang mengandung Organoklorin ketika memberantas hama yang menyerang pada tanaman budidaya.

Sebab, residu insektisida dengan golongan ini tidak gampang terurai, sehingga bisa berdampak bahaya pada tanaman serta lingkungan sekitar lahan tanam.

Yang keempat yaitu insektisida dengan golongan Pyrethroid yang cara kerjanya adalah menyerang langsung pada bagian hama yang terkena semprotan.

Insektisida dengan golongan Pyrethroid dapat berdampak pada sistem saraf hama, yang bisa menyebabkan hama pada tanaman tersebut perlahan mati.

Oleh sebab itu, insektisida dengan golongan bahan aktif ini menjadi favorit petani untuk memberantas serangan hama pada tanaman budidaya.

Baca Juga : Kegunaan Insektisida Santoat Untuk Menjaga Tanaman Dari Hama