Cara Pemberian ZPT Pada Tanaman
Buka Daftar Isi :

Pemakaian ZPT untuk dunia pertanian sudah sering petani pakai untuk menghasilkan tanaman yang sehat dan optimal. Sebagaimana yang sudah kita ketahui ZPT berperan penting untuk merangsang pertumbuhan tanaman dan mempercepat tanaman berbuah.
Pemberian ZPT perlu meninjau kondisi dari tanaman yang sedang petani tanam. Untuk pemakaian ZPT yang tepat adalah saat pertumbuhan tanaman sudah maksimum dan dalam kondisi yang sehat.
Pemberian ZPT pada tanaman biasanya hanya boleh dengan jumlah komposisi yang sedikit. Umumnya komposisinya adalah 3 sendok makan ZPT biasanya untuk 1 liter air.
Apabila menggunakan ZPT terlalu banyak biasanya berdampak kurang efektif dan menyebabkan tumbuhan menjadi rusak. Untuk pemberian ZPT pada tanaman yang tepat pertama petani menyemprotkan ZPT ke akar, batang, atau daun pucuknya.
Selanjutnya petani menuangkan sedikit ZPT pada wadah untuk merendam benih yang berguna untuk mempercepat benih berkecambah. Untuk langkah terakhir oleskan ZPT pada titik tumbuhnya akar stek.
Saat pemberian ZPT untuk memicu pembungaan dan pembuahan pada tanaman kondisinya harus tumbuh lebih prima terlebih dahulu. Biasanya umur tanaman sudah memasuki usia produktif, sehat dan mempunyai cadangan karbohidrat.
Banyak faktor pendukung yang menunjang kondisi prima pada tumbuhan. Misalnya adalah keadaan lingkungan sekitar tanaman seperti angin, air, sinar matahari dan masih banyak lainnya.
Apabila kondisi prima tumbuhan sudah mencukupi, proses percepatan tumbuhan berbuah bisa petani lakukan dengan banyak cara. Selain menggunakan ZPT, bisa petani lakukan dengan melakukan pemangkasan, pengaturan pengairan dan pemupukan yang tepat.
Beberapa Macam Varian Zat Pengatur Tumbuh

Varian ZPT yang beragam mengandung kelebihan yang berbeda untuk perkembangan tanaman. Beberapa varian ZPT berguna untuk memicu perkembangan dari tanaman untuk menghasilkan kualitas yang terbaik.
Pemberian ZPT pada tanaman untuk saat ini dapat meningkatkan ketahanan tanaman pada lingkungan, meningkatkan kualitas produk, dan memperbesar ukuran buah. Penjelasan Varian ZPT adalah sebagai berikut :
Auksin
Auksin merupakan zat hormon tumbuhan yang terdapat pada beberapa bagian tumbuhan yang berfungsi untuk mengatur pembesaran dan pemanjangan sel. Fritz Went adalah orang yang pertama kali menjabarkan peran dari Auksin.
Kegunaan hormon Auksin ini dapat membantu mempercepat proses perkembangan yang terjadi pada tanaman. Baik dalam perkembangan akar, batang mempercepat perkecambahan, mendukung pembelahan sel, dan memperpendek proses pemasakan buah.
Hormon Auksin ini dapat bersinergi dengan hormon Sitokinin dan hormon Giberelin. Sisi tumbuhan yang mendapat sinar matahari biasanya tumbuh lebih lambat karena proses kerja dari hormon Auksin terhalangi.
Sedangkan sisi tumbuhan yang tidak mendapat sinar matahari biasanya lebih cepat tumbuh karena proses kerja dari Hormon Auksin tidak terhalangi. Sehingga biasanya ujung dari tanaman akan menirukan arah dari sinar matahari atau istilahnya adalah fototropisme.
Dengan mengetahui bentuk anatomi dan fisiologi, petani dapat mengetahui apakah tanaman memiliki jumlah hormon yang banyak atau tidak. Auksin sendiri berguna untuk memicu perpanjangan sel, aktivitas kambium, pembelokan pada batang dan masih banyak yang lainnya.
Sitokinin
Sitokinin merupakan zat pengatur tumbuh yang dapat merangsang pembelahan sel atau sitokinesis pada jaringan meristematik. Selain mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel, Sitokinin dapat mengubah terjadinya penuaan pada daun, dan mempengaruhi perkembangan kuncup tepi.
Folke Skoog adalah orang pertama yang menemukan peran dari Hormon Sitokinin. Pada tahun sekitar 1940 saat bekerja pada Universitas Wisconsin ia pertama kali melakukan percobaan dengan menggunakan media santan.
Sitokinin sendiri memiliki dua macam jenis yaitu Adenin dan Fenilurea. Jenis dari Adenin sendiri mewakili dari Kinetin, Zeatin, dan BA.
Sedangkan jenis Fenilurea mewakili Difenilurea dan Tidiazuron, yang tidak terbentuk oleh tumbuhan. Sitokinin sendiri biasanya bekerja dengan cara melakukan transportasi lewat pembuluh kayu.
Pada saat melakukan proses fisiologis, sitokinin biasanya bekerja sama dengan Auksin. Untuk Jenis Sitokinin adalah sebagai berikut :
- Adenin
- Kinetin (C10H9N5O)
- Zeatin (C10H13N5O)
- 6-Benzilaminopurin (C12H11N5)
- Fenilurea
- 1,3-Difenilurea (C13H12N2O)
- Tidiazuron (C9H8N4OS)

Leave A Comment