Perawatan Tanaman Terong Hijau Yang Benar Agar Panen Melimpah

cara menanam terong, cara menanam terong hijau, tanaman terong hijau, budidaya tanaman terong, bibit terong hijau

Jual Benih Terong Hijau Berkualitas Unggulan Harga Terjangkau | Belanja Tani

Selain melaksanakan cara menanam terong hijau di sawah secara tepat, petani juga perlu menjalankan perawatan tanaman terong hijau yang benar.

Dengan petani menerapkan perawatan tanaman terong hijau yang benar, pertumbuhannya bisa berjalan sehat dan tidak terganggu apapun.

Tanaman terong hijau yang tumbuh lebih sehat, berpeluang dapat menghasilkan panen buah terong hijau yang berproduksi melimpah dan berkualitas bagus.

Sehingga, ketika budidaya pada area persawahan, petani perlu menerapkan perawatan yang benar, selain menjalankan cara menanam terong hijau di sawah secara tepat.

Berikut ini adalah beberapa teknik perawatan tanaman terong hijau yang benar, supaya tanaman tumbuh sehat, sehingga menghasilkan panen berproduksi tinggi.

Menyiram Dengan Rutin

Proses perawatan pada tanaman terong hijau yang pertama merupakan, menyiram tanaman secara rutin.

Langkah pengairan terhadap tanaman terong hijau dapat petani lakukan setiap hari, ketika fase awal pertumbuhan tanaman.

Saat cuaca sedang kering, petani bisa melaksanakan leb selama beberapa jam atau bisa petani lakukan juga dengan menyiram memakai sprayer.

Apabila petani melaksanakan pengairan secara leb, keadaan lahan pertanian akan tetap lembab selama kurun waktu sekitar 3 – 5 hari.

Namun, hal tersebut juga akan menyesuaikan dengan struktur tanah, jika kandungan pasir pada tanah cukup banyak, akan mengakibatkan tanah cepat kering.

Menyulam Tanaman

Perawatan pada tanaman terong hijau yang selanjutnya merupakan, petani harus menyulam tanaman yang tidak dapat tumbuh optimal.

Tidak hanya itu, petani juga perlu menyulam tanaman terong hijau yang terserang oleh hama atau penyakit.

Proses menyulam tanaman terong hijau sebaiknya petani jalankan ketika umur tanaman sekitar 15 hari setelah pindah tanam.

Hal tersebut bertujuan agar tanaman terong hijau mampu tumbuh bersamaan, sehingga masa panennya akan berbarengan.

Memberikan Pupuk Susulan

Perawatan tanaman terong hijau yang berikutnya yaitu, petani perlu memberikan pupuk susulan pada tanaman.

Jenis pupuk yang dapat petani gunakan merupakan urea, yang dosisnya 80 kg/ha atau KCl dengan dosis 45 kg/ha.

Petani juga bisa memanfaatkan pupuk organik yang berupa kompos atau pupuk kandang, dengan dosis 0.5 kg untuk setiap tanaman.

Dengan memberikan pupuk susulan pada tanaman terong hijau, pertumbuhannya akan berjalan sehat, sehingga menghasilkan panen yang berproduksi melimpah.

Memasang Ajir

Langkah perawatan pada tanaman terong hijau yang selanjutnya adalah, petani harus memasang ajir pada lahan pertanian.

Memasang ajir bisa petani jalankan secepat mungkin, agar tidak menghalangi sistem perakaran dari tanaman terong hijau.

Ajir yang dapat petani manfaatkan berupa bambu atau kayu, yang tingginya sekitar 80 – 100 cm, serta berlebar sekitar 2 – 4 cm.

Proses memasang ajir bisa petani laksanakan secara individu, serta bisa petani tempatkan pada sekitar batang tanaman terong hijau.

Lalu, batang atau ranting tanaman terong hijau bisa petani ikat ke ajir, agar pertumbuhannya bisa terlihat rapi.

Memangkas Tanaman

Teknik perawatan tanaman terong hijau yang berikutnya merupakan, memangkas bagian tanaman yang tidak bisa tumbuh sehat.

Memangkas tanaman terong hijau bisa petani lakukan dengan memangkas tunas liar yang tumbuh pada sekitar daun serta bunga pertama.

Tujuan dari memangkas tanaman adalah, untuk mendorong tunas dan bunga baru supaya lebih produktif serta tumbuh lebih cepat.

Sehingga, dengan produktivitas tanaman terong hijau yang lebih cepat akan membuat petani untung besar.

Menumpas Gulma, Hama dan Penyakit

Cara perawatan tanaman terong hijau yang selanjutnya yaitu, petani perlu menumpas gulma, hama dan penyakit.

Gulma merupakan rumput liar yang bisa bersaing dengan tanaman terong hijau untuk memperoleh asupan nutrisi dan unsur hara.

Selain itu, gulma juga dapat menjadi tempat bersarangnya berbagai jenis hama atau penyakit yang dapat menyerang tanaman terong hijau.

Untuk itu, petani harus segera memberantas keberadaan gulma, supaya tanaman terong hijau dapat tumbuh aman dan tidak terkendala apapun.

Ketika menumpas gulma, petani bisa mencabutnya dengan langsung sampai gulma tercabut dari tanah.

Akan tetapi, cara tersebut tidak cukup manjur, sehingga petani biasanya memanfaatkan herbisida dengan dosis yang sesuai.

Tidak hanya gulma, petani juga perlu memperhatikan adanya serangan hama atau penyakit pada tanaman terong hijau.

Walaupun petani sudah menerapkan cara menanam terong hijau di sawah secara tepat, harus tetap memperhatikan adanya serangan hama atau penyakit.

Untuk mengatasi hama atau penyakit yang menyerang tanaman terong hijau, petani bisa menggunakan insektisida atau fungisida.

Pemakaian insektisida atau fungisida harus petani sesuaikan dengan hama atau penyakit yang menyerang tanaman terong hijau.

Selain itu, pemakaian insektisida atau fungisida juga harus petani perhatikan dosisnya, agar tidak berdampak buruk ke tanaman dan lingkungan.

Memanen Terong Hijau

Perawatan tanaman terong hijau yang terakhir merupakan, petani bisa memanen buah terong hijau yang sudah siap panen.

Berapa lama waktu panen terong? Langkah memanen terong hijau dapat petani laksanakan ketika umur tanaman sudah berjalan sekitar 70 – 80 hari setelah tanam.

Proses memanen buah terong hijau dapat petani lakukan ketika pagi atau sore hari, agar tidak mendapat cahaya matahari secara langsung.

Ketika memanen buah terong hijau, petani dapat memetik buah beserta tangkainya, dengan cara mengguntingnya langsung.

Setelah memanen, buah terong hijau sebaiknya petani simpan pada tempat yang aman, supaya tidak gampang rusak.

Baca Juga : Jual Benih Terong Hijau Hitavi Tahan Virus Gemini Dan Berproduksi Tinggi