Perawatan Tanaman Cabai Yang Sesuai Untuk Meningkatkan Hasil Panen

langkah langkah menanam cabe, cara menanam benih cabe, menanam cabe, cara menanam cabe yang benar, Belanja Tani

Jual Benih Tanaman Cabe Kualitas Unggul Harga Terjangkau | Belanja Tani

Selain menerapkan cara menanam cabe langsung di tanah, waktu budidaya petani juga perlu melakukan perawatan tanaman cabai yang sesuai.

Dengan menjalankan perawatan tanaman cabai yang sesuai, akan memastikan pertumbuhan tanaman berjalan dengan lebih lancar dan optimal.

Tanaman cabe yang bisa tumbuh secara maksimal serta sehat, berpeluang akan bisa menghasilkan panen berproduktivitas tinggi, yang bisa menguntungkan petani.

Oleh karena itu, selama budidaya petani harus menerapkan cara menanam cabe langsung di tanah dan perawatan tanaman cabai yang tepat.

Pada bawah ini adalah berbagai teknik perawatan tanaman cabai yang sesuai, supaya pertumbuhannya lancar dan bisa memproduksi panen melimpah.

Menyiram Tanaman

Jalankan pengairan ke tanaman cabai secara rutin, terutama pada masa awal pertumbuhan dan ketika tanaman sudah mulai berbunga.

Frekuensi penyiraman tanaman cabe dapat petani sesuaikan dengan musim yang berjalan, saat proses budidaya tanaman cabai.

Pada saat budidaya waktu musim kemarau, menyiram tanaman cabai dapat petani lakukan dua kali sehari, yakni saat pagi serta sore hari.

Sementara selama budidaya pada musim hujan, pengairan ke tanaman cabe bisa petani sesuaikan, supaya tidak berlebihan. Supaya tidak terdapat genangan air pada lahan tanam.

Gunakan air waktu menyiram tanaman cabai secara secukupnya, dan jangan sampai terlalu basah karena dapat menyebabkan infeksi penyakit busuk akar.

Memberikan Pupuk Susulan

Proses memberikan pupuk susulan ke tanaman cabai dapat petani lakukan secara bertahap, untuk mendukung proses pertumbuhan serta produktivitas buah cabe.

Tahap pemupukan susulan pada tanaman cabe dapat petani cermati, seperti bawah ini :

  • 1 minggu setelah tanam : Pupuk awal menggunakan pupuk cair organik atau pupuk NPK dengan dosis rendah.
  • 2 – 3 minggu setelah tanam : Berikan pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan unsur hara tanah pada lahan tanam.
  • Setelah tanaman berbunga dan berbuah : Tambahkan pupuk NPK (16:16:16) atau pupuk KNO3 untuk meningkatkan kualitas buah cabai.

Menyiangi serta Menggemburkan Tanah

Singkirkan pertumbuhan gulma liar pada sekitar lahan budidaya tanaman cabe secara rutin, supaya tidak mengganggu pertumbuhan cabai.

Untuk membasmi pertumbuhan gulma liar pada lahan budidaya tanaman cabai, petani dapat mencabutnya secara manual.

Jika memang perlu, petani bisa menggunakan beberapa produk herbisida untuk menumpas gulma pada sekitar tanaman cabai, dengan mengawasi dosisnya.

Selain menyiangi gulma liar, petani juga harus rutin melakukan penggemburan tanah pada sekitar tanaman cabai.

Tujuan dari menggemburkan tanah tersebut adalah, supaya akar tanaman cabai mendapatkan cukup udara serta nutrisi, untuk mendukung pertumbuhannya.

Memasang Ajir

Jika menanam varietas cabai tinggi seperti cabai merah besar, gunakan ajir atau tongkat penyangga untuk menjaga tanaman tetap berdiri dengan tegak.

Pasang ajir pada sekitar tanaman cabai dengan ketinggian sekitar 1 meter sejak tanaman cabai berusia sekitar 2 – 3 minggu setelah tanam.

Membasmi Hama dan Penyakit

Selalu rutin mengawasi adanya infeksi hama serta penyakit berbahaya pada tanaman cabe, karena dapat menghambat fase pertumbuhannya.

Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman cabai, meliputi hama thrips, ulat grayak, kutu daun dan lalat buah. Sementara untuk penyakit semacam antraknosa, busuk akar dan lainnya.

Untuk mengatasi adanya infeksi hama dan penyakit pada tanaman cabai, petani bisa menggunakan beberapa merk pestisida, dengan memperhatikan dosisnya.

Petani juga dapat melakukan praktek rotasi tanaman (seperti tidak menanam tanaman cabe secara terus – terusan) untuk mencegah penyakit menular.

Selain itu, petani juga jangan terlalu sering menyiram bagian daun tanaman cabai, supaya kondisinya tidak terlalu lembab.

Memangkas Tunas

Petani harus memangkas tunas liar yang tumbuh pada bagian bawah cabang utama tanaman cabe, untuk meningkatkan produktivitas buah.

Lakukan pemangkasan pada saat tanaman cabe sudah mulai berbunga agar energi hanya berfokus ke bagian buah saja.

Untuk memangkas tunas liar tanaman cabe, petani dapat menggunakan pisau atau beberapa peralatan pertanian tajam.

Memanen Buah

Setelah menjalankan cara menanam cabe langsung di tanah dan perawatan yang tepat, langkah terakhir yang bisa petani lakukan adalah memanen buah.

Berapa lama masa panen cabe? Petani dapat memanen buah cabai pada saat tanaman sudah berumur sekitar 75 – 90 hari setelah tanam.

Cara memanennya adalah, petani dapat memetik buah cabe dengan menggunakan gunting atau tangan secara perlahan, supaya cabang tanaman tidak rusak.

Setelah Panen

Setelah memanen, petani harus memisahkan buah cabai berdasarkan dengan warna, kualitas serta ukurannya.

Buang buah cabai yang kondisinya busuk, cacat, atau terkena penyakit agar tidak menular ke buah cabe yang lain.

Kemudian, petani dapat menyimpan buah cabe pada tempat dalam keadaan yang sejuk, agar fase simpannya lebih lama.

Baca Juga : Jual Bibit Cabe Red Lava Panen Melimpah Petani Untung