Cara Menanam Cabe Kaliber Dengan Tepat Serta Sesuai

cara menanam cabe rawit, cara menanam cabe rawit di sawah, cara menanam cabe rawit di tanah, cara menanam cabe, budidaya cabe rawit, menanam cabe rawit

Jual Bibit Cabe Rawit Kaliber Berharga Terjangkau Hasil Panen Tinggi | Belanja Tani

Ketika menjalankan kegiatan budidaya tanaman cabe rawit, petani biasanya memilih untuk menggunakan bibit yang mempunyai kualitas terbaik serta tahan penyakit.

Salah satu contohnya bibit cabe rawit Kaliber yang berkualitas terbaik dan dapat tahan penyakit patek, layu bakteri serta busuk batang.

Pada kegiatan budidaya tanaman cabe rawit, menggunakan lahan tanam satu hektar, petani membutuhkan bibit cabe Kaliber sekitar 100 – 150 gram.

Bibit cabe rawit Kaliber dapat menghasilkan buah yang berbobot 3 gram, panjang 4 – 5 cm, serta diameternya 10 – 15 mm.

Tidak hanya memilih bibit berkualitas terbaik, petani juga harus melaksanakan cara menanam cabe Kaliber dengan tepat agar tanaman tumbuh optimal.

Berikut ini merupakan beberapa cara menanam cabe Kaliber dengan tepat serta sesuai, agar tanaman dapat tumbuh lancar dan juga optimal.

Pengolahan Lahan Tanam

Setelah memilih bibit cabe Kaliber, proses selanjutnya yang bisa petani lakukan adalah melakukan pengolahan lahan tanam.

Melaksanakan pengolahan lahan tanam ini bertujuan agar tanah pada lahan tanam lebih subur, sehingga tanaman cabe rawit dapat tumbuh lancar.

Tanaman cabe rawit memerlukan lahan tanam yang lumayan gembur serta mempunyai kandungan unsur hara yang melimpah untuk proses pertumbuhan tanaman.

Proses pertama yang bisa petani lakukan ketika pengolahan lahan tanam adalah, petani melakukan pembersihan lahan dari akar tanaman budidaya sebelumnya.

Kemudian, petani juga harus membersihkan gulma yang tumbuh pada sekitar lahan tanam, sebab gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman cabe rawit.

Setelah lahan tanam sudah terbebas dari gulma dan akar tanaman, petani harus memeriksa tingkat keasaman tanah, pada sekitar lahan tanam.

Apabila pH tanah dari lahan tanam kurang dari 6, tanaman cabe rawit Kaliber akan mudah terkena serangan penyakit dan virus.

Jika tingkat keasaman atau pH tanam kurang dari 6, petani bisa menaburkan kapur dolomit pada sekitar lahan tanam.

Setelah menaburkan kapur dolomit, petani dapat melakukan penggemburan tanah pada lahan tanam dengan cara mencangkul atau membajaknya.

Kedalaman yang sesuai dalam proses penggemburan tanah adalah sekitar 30 cm, agar tanaman cabe rawit Kaliber dapat tumbuh sehat.

Selanjutnya, petani dapat membuat bedengan dengan ketinggian sekitar 30 cm, lebarnya satu meter serta jarak antar bedengan sekitar 60 cm.

Petani sebaiknya menyesuaikan panjang dari bedengan lahan tanam dengan luas lahan, supaya dapat memudahkan petani saat proses perawatan tanaman.

Selain itu, petani juga harus mengawasi sistem drainase dari lahan tanam, karena tanaman cabe rawit Kaliber tidak bisa tahan pada genangan air.

Pemberian Pupuk Dasar

Setelah melakukan pengolahan lahan tanam, selanjutnya petani dapat melaksanakan pemberian pupuk dasar dengan merata pada sekitar lahan tanam.

Pemberian pupuk dasar ini bertujuan agar tanah mempunyai kandungan unsur hara yang melimpah, sehingga tanaman cabe rawit dapat tumbuh lancar.

Petani bisa melakukan pemberian pupuk dasar pada lahan tanam, ketika petani melakukan proses pembajakan atau bedengan lahan tanam.

Hal tersebut berguna, agar pupuk dapat tercampur rata dengan tanah, sehingga tanah pada sekitar lahan tanam akan lebih subur.

Untuk jenis pupuk yang dapat petani gunakan adalah pupuk organik, yang lebih tepatnya adalah kompos atau pupuk kandang.

Jumlah pupuknya adalah sekitar 15 hingga 20 ton, pada kegiatan budidaya tanaman cabe rawit menggunakan lahan tanam satu hektar.

Apabila kondisi tanah pada lahan tanam kurang subur, petani dapat menambahkan pupuk urea, SP36, serta KCI dengan jumlah yang cukup.

Kemudian setelah petani memberikan pupuk pada lahan tanam, petani dapat membiarkannya terlebih dahulu dalam kurun waktu sekitar satu minggu.

Selanjutnya, setelah satu minggu petani dapat menutupi bedengan lahan tanam, dengan memakai plastik mulsa.

Penggunaan mulsa plastik ini berguna untuk mencegah gulma yang tumbuh liar, menjaga kelembaban tanah, serta menjaga tanah tetap bersih.

Pada setiap bedengan lahan tanam, petani bisa membuat lubang tanam yang jaraknya adalah sekitar 60 X 60 cm.

Pembuatan lubang tanam sebaiknya petani buat zig zag supaya persebaran angin dan cahaya matahari merata pada tanaman cabe rawit Kaliber.

Persemaian Bibit Cabe Rawit Kaliber

Setelah memberikan pupuk dasar pada lahan tanam, sambil menunggu satu minggu, petani bisa menjalankan proses persemaian bibit cabe rawit Kaliber.

Persemaian bibit cabe rawit Kaliber ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh lebih lancar dan sehat pada lahan tanam.

Saat persemaian bibit cabe rawit Kaliber, sebaiknya petani terlebih dahulu menyiapkan polybag berukuran 5 X 10 cm, serta media persemaian.

Media persemaian yang dapat petani siapkan merupakan campuran antara tanah, kompos dan arang sekam, yang memakai perbandingan 1:1:1.

Bahan bahan tersebut harus petani ayak terlebih dahulu agar halus, setelah itu dapat petani aduk hingga tercampur merata.

Kemudian, petani dapat membuat naungan, yang berguna untuk tempat persemaian supaya dapat terbebas dari hujan serta sinar matahari.

Supaya dapat terhindar dari serangan hama, petani juga harus melindungi tempat persemaian, dengan menggunakan jaring pelindung.

Selanjutnya petani dapat mengisi polybag dengan media semai yang sudah petani siapkan, lalu susun pada naungan tempat persemaian.

Sebelum memasukan bibit pada polybag, petani dapat merendam bibit cabe rawit Kaliber pada air hangat, dalam waktu sekitar 6 jam.

Setelah perendaman, petani dapat memasukkan bibit cabe rawit Kaliber pada polybag, dengan kedalaman sekitar 0.5 cm.

Selanjutnya petani dapat menutup lagi permukan polybag, menggunakan media semai serta siram sedikit air supaya kelembabannya tetap terjaga.

Petani juga harus menyiram polybag semai secara rutin supaya tanaman cabe rawit dapat tumbuh sehat dan juga optimal.

Supaya tanaman tidak rusak, petani dapat menutup permukaan atas polybag, dengan menggunakan kertas koran.

Berikutnya tinggal petani siram permukaan kertas koran tersebut, sampai airnya akan menetes secara perlahan pada permukaan tanah.

Pemindahan Bibit Cabe Rawit Pada Lahan Tanam

Ketika tanaman cabe rawit Kaliber berumur sekitar 30 – 45 hari setelah semai, petani sudah bisa memindahkan bibit pada lahan tanam.

Atau bisa juga petani memperhatikan, ketika tanaman sudah tumbuh sekitar 4 – 6 helai daun, maka bibit sudah siap pindah tanam.

Dalam proses pemindahan pada lahan tanam, petani sebaiknya melaksanakannya dengan perlahan supaya tanaman cabe rawit Kaliber tidak rusak.

Caranya adalah, petani memindahkan bibit cabe rawit Kaliber ke dalam lubang tanam, dengan mencopot atau merobek polybag semai secara perlahan.

Selanjutnya agar kelembabannya tetap terjaga dengan sangat baik, petani dapat menyiram air dengan volume sedang.

Proses pemindahan bibit cabe rawit Kaliber pada lahan tanam dapat petani lakukan saat pagi dan juga sore hari.

Baca Juga : Bibit Cabe Rawit Rawita Dan Cara Menanam Yang Benar