Cara Menanam Cabe Iggo Tavi Secara Baik Serta Benar

cara menanam cabe keriting agar berbuah lebat, cara menanam cabe keriting yang benar, cara menanam cabe, cara menanam cabai, cara menanam cabe dari biji

Jual Bibit Cabe Iggo Tavi Kualitas Terbaik Tahan Serangan Penyakit | Belanja Tani

Ketika menjalankan kegiatan budidaya taaman cabe keriting, petani biasanya menggunakan bibit yang mempunyai kualitas terbaik serta dapat tahan serangan penyakit.

Contohnya seperti bibit cabe keriting Iggo Tavi yang telah terbukti mempunyai kualitas terbaik dan dapat tahan serangan penyakit layu bakteri.

Tetapi selain memilih bibit berkualitas terbaik, petani juga harus menerapkan cara menanam cabe Iggo Tavi agar pertumbuhan tanaman lebih lancar.

Berikut adalah cara menanam cabe Iggo Tavi secara baik serta benar, agar pertumbuhan tanaman cabe keriting menjadi sehat dan optimal.

Mengolah Lahan Tanam

Setelah melakukan pemilihan bibit cabe keriting Iggo Tavi, langkah berikutnya yang dapat petani lakukan adalah menjalankan pengolahan lahan tanam.

Mengolah lahan tanam ini bertujuan untuk membuat tanah pada lahan tanam lebih subur, sehingga tanaman cabe keriting dapat tumbuh lancar.

Tanaman cabe keriting memerlukan lahan tanah yang subur serta mempunyai kandungan unsur hara yang melimpah untuk pertumbuhan tanaman cabai keriting.

Langkah pertama yang dapat petani kerjakan saat mengolah lahan tanam adalah petani membersihkan lahan dari sisa akar tanaman budidaya sebelumnya.

Selanjutnya, petani juga dapat membersihkan gulma yang tumbuh liar pada lahan tanam, karena gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman cabe keriting.

Setelah lahan tanam sudah bersih dari gulma atau akar tanaman, petani dapat membajak tanah, dengan kedalaman sekitar 20 – 40 cm.

Lalu, petani bisa membuat bedengan dengan lebar satu meter, tingginya sekitar 30 – 40 cm, dan jarak tiap bedengan 60 cm.

Panjang dari bedengan sebaiknya petani sesuaikan dengan luas lahan tanam, supaya dapat memudahkan petani saat melakukan perawatan tanaman cabe keriting.

Selain itu, petani juga wajib mengawasi sistem drainase pada lahan tanam, karena tanaman cabe keriting tidak terlalu tahan genangan air.

Tanaman cabe keriting dapat tumbuh lebih sehat dan juga maksimal pada tanah, yang tingkat pHnya adalah sekitar 6 hingga 7.

Apabila terlalu asam atau pH tanahnya terlalu rendah, daun tanaman cabe keriting akan mudah terkena serangan virus serta mudah pucat.

Tanah yang terlalu asam juga sangat mudah untuk ditumbuhi ilalang atau gulma yang dapat menghalangi pertumbuhan tanaman cabe keriting.

Sehingga jika pH tanah terlalu rendah, petani dapat menetralisir tanah menggunakan kapur dolomite pada sekitar lahan tanam.

Untuk dosis dari kapur dolomite adalah sekitar 2 hingga 4 ton, jika melakukan budidaya pada lahan tanam satu hektar.

Memberikan Pupuk Dasar dan Memasang Plastik Mulsa

Setelah mengolah lahan tanam, langkah berikutnya yang dapat petani kerjakan adalah memberikan pupuk dasar secara merata pada sekitar lahan tanam.

Pemberian pupuk dasar ini berguna supaya tanah mengandung unsur hara yang cukup, sehingga pertumbuhan tanaman cabe keriting menjadi lebih sehat.

Petani dapat memberikan pupuk dasar pada lahan tanam, pada saat melaksanakan proses pembajakan atau ketika pembuatan bedengan pada lahan tanam.

Jenis pupuk yang dapat petani gunakan adalah pupuk kandang atau dapat juga menggunakan pupuk yang berupa kompos.

Pada budidaya tanaman cabe keriting dengan menggunakan lahan tanam satu hektar, petani membutuhkan pupuk organik sekitar 20 hingga 23 ton.

Petani juga dapat menambahkan pupuk KCL sekitar 200 kg per hektar, serta pupuk urea sekitar 350 kg per hektarnya.

Agar pertumbuhan dari tanaman cabe keriting menjadi lebih sehat dan lancar, sebaiknya petani menutup bedengan memakai plastik mulsa berwarna hitam.

Penutupan bedengan dengan mulsa ini bertujuan untuk menekan erosi, menghambat pertumbuhan gulma, serta menjaga kelembaban dan kebersihan dari lahan tanam.

Pada setiap bedengan lahan tanam, petani dapat membuat lubang tanam yang jaraknya adalah sekitar 60 hingga 70 cm.

Untuk kedalaman serta diameter dari lubang tanam untuk tanaman cabe keriting dapat petani buat sekitar 10 cm.

Supaya tanaman cabe keriting mendapat sinar matahari serta sirkulasi udara yang cukup, sebaiknya petani membuat lubang tanam secara zig zag.

Menyemai Bibit Cabe Keriting

Setelah memberikan pupuk dasar pada lahan tanam yang akan petani gunakan, selanjutnya petani dapat menyemai bibit cabe keriting Iggo Tavi.

Saat menyemai bibit cabe keriting Iggo Tavi, sebaiknya petani terlebih dahulu menyiapkan polybag dan juga media persemaian.

Media persemaian yang dapat petani siapkan adalah campuran antara tanah, arang sekam serta pupuk kompos, yang perbandingannya sekitar 2:1:1.

Apabila petani tidak memakai sekam, media persemaian yang petani siapkan adalah tanah serta pupuk kompos saja, dengan perbandingan sekitar 1:1.

Sebelum mencampur semua media persemaian tersebut, sebaiknya petani mengayaknya terlebih dahulu agar lebih halus.

Kemudian petani dapat menyiapkan naungan, yang berguna untuk  tempat persemaian supaya bibit dapat terhindar dari cahaya matahari dan juga hujan.

Petani juga dapat menutup tempat persemaian menggunakan jaring pelindung supaya terbebas dari serangan hama ataupun serangga.

Selanjutnya petani dapat melakukan pengisian polybag dengan media persemaian, kemudian dapat petani susun pada naungan yang telah petani siapkan sebelumnya.

Sebelum menyemai bibit cabe keriting Iggo Tavi, sebaiknya petani merendam bibit pada air hangat, dengan jangka waktu sekitar 3 jam.

Setelah 3 jam perendaman, petani dapat memasukkan bibit cabe keriting Iggo Tavi pada polybag, yang kedalamannya sekitar 0.5 cm.

Lalu petani dapat menutup lubang pada polybag, menggunakan kompos halus dan siram sedikit air agar kelembabannya tetap terjaga.

Petani juga harus menyiram polybag tempat persemaian dengan rutin ketika pagi hari serta pada saat sore hari.

Dalam melakukan penyiraman polybag dengan tepat, petani dapat menggunakan kertas tipis lalu siram hingga basah.

Berikutnya petani dapat melakukan penyiraman hingga rutin dan memantau pertumbuhan dari tanaman cabe keriting Iggo Tavi.

Petani dapat memindahkan bibit cabe keriting Iggo Tavi pada lahan tanam saat berumur sekitar 24 hari setelah semai.

Atau dapat petani perhatikan, jika tanaman cabe keriting sudah tumbuh sekitar 3 – 4 helai daun, maka sudah siap pindah tanam.

Menanam Bibit Cabe Keriting Iggo Tavi Pada Lahan Tanam

Saat umur persemaian bibit cabe keriting Iggo Tavi sudah sekitar tiga minggu, petani dapat menanam benih pada bedengan lahan tanam.

Langkah penanaman bibit cabe keriting Iggo Tavi dapat petani lakukan ketika pagi dan sore hari serta sebaiknya petani kerjakan berbarengan.

Hal tersebut untuk menjaga tanaman cabe keriting Iggo Tavi agar dapat terhindar dari stres serta mudah rusak.

Cara menanam cabe keriting Iggo Tavi pada lahan tanam yang benar adalah, petani tinggal menyobek polybag tempat persemaian terlebih dahulu.

Selanjutnya petani tinggal memasukkan bibit cabe keriting Iggo Tavi beserta media semainya pada lubang tanam sudah petani siapkan sebelumnya.

Upayakan media semai jangan sampai rusak atau pecah, sebab dapat menghambat pertumbuhan tanaman cabe keriting Iggo Tavi.

Setelah pemindahan pada lahan tanam, petani dapat menyiram bibit cabe keriting Iggo Tavi, untuk menjaga kelembaban dari tanaman.

Baca Juga : Budidaya Cabe Mahameru Potensi Panen Cabai Tinggi