Organisme Pengganggu Budidaya Cabe Keriting
Buka Daftar Isi :

Organisme Pengganggu tanaman pada budidaya cabe keriting Sios Tavi merupakan hal yang sangat merepotkan bagi petani, karena banyak dari mereka merusak tanaman. Beberapa dari mereka juga membuat tanaman budidaya cabe keriting menjadi busuk atau merusak bagian-bagian tubuh tanaman yang mengganggu kelangsungan hidupnya.
Ada beberapa dari organime pengganggu tanaman membawa penyakit atau virus yang dapat menular ketanaman lain dan berakibat sangat fatal. Kebanyakan dari penyakit yang disebabkan oleh jamur atau hama ini sulit untuk membasminya karena mereka memang memiliki kemampuan khusus.
Berikut ini merupakan hama dan penyakit dari Organisme pengganggu tanaman budidaya cabe keriting Sios Tavi :
Wereng Kapas Menyerang Cabe Keriting
Memiliki gejala pertama daun mulai berwarna coklat setelah itu daun akan terlihat mengering dan pada akhirnya daun mengalami kerontokan. Proses pembuahan pada tanaman menjadi tergangu jika sistem dan jaringan pada tumbuhan telah rusak akibat dari hama wereng kapas.
Keterlambatan pertumbuhan buah dari budidaya cabe keriting Sios Tavi merupakan hal yang merugikan sekali bagi petani, sehingga petani harus segera melakukan pemusnahan. Petani dapat melakukan pemusnahan dengan berbagai cara yang ada, tetapi akan lebih efektif dan cepat jika menggunakan cara kimiawi.
Dengan memanfaatkan pestisida untuk melindungi budiaya cabe keriting , tanaman bebas dari ancaman dari segala hama. Namun untuk pemakaian pestisida tertentu selalu memperhatikan cara pemakaian dan dosis pemakaian agar lebih efektif dan tidak merusak tanaman.
Hama Kutu Daun pada Cabe Keriting
Berberapa jenis dari serangga ini memiliki warna yang berbeda, ada yang berwarna hijau, merah, coklat, hitam. Jika jumlah serangan dari kutu hanya sedikit tidak akan terlalu membahayakan tanaman dan bisa langsung diberantas dengan sedikit pestisida saja.
Tetapi jika kutu daun menyerang dengan jumlah yang sangat banyak, memungkinkan jika keadaan budidaya cabe keriting Sios Tavi BISI Sahabat Petani akan terancam. Sehingga petani perlu memperhatikan hama jenis ini karena jika dibiarkan akan menyebabkan kerugian yang amat besar.
Kutu daun memakan nutrisi dari daun muda yang terlihat sehat atau pucuk tunas. Hal ini sangat merugikan tanaman karena menghambat pertumbuhan tanaman dan proses pembuahan pada budidaya cabe keriting Sios Tavi .
Ciri-ciri budidaya cabe keriting Sios Tavi yang terkena serangan kutu daun adalah daun berwarna kekuningan, daun yang mengkerut, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil. Pada akhirnya budidaya cabe keriting akan layu dan mati jika serangan kutu daun ini terabaikan.
Sehingga perlu cepat dalam menangani serangan kutu daun pada budidaya cabe keriting yang nantinya jika terlalu terabaikan merugikan petani.
Serangan Hama Tungau Pada Budidaya Cabe Keriting
Merupakan jenis hama yang biasa menyerang tanaman budidaya cabe keriting Sios Tavi BISI Sahabat Petani milik petani. Gejala awal dari serangan hama ini adalah pucuk tunas menjadi kecoklatan setelah itu daun menjadi melengkung.
Jika serangan tungau pada budidaya cabe keriting Sios Tavi mulai serius, dapat menyebabkan tunas dan bunga gugur. Sehingga resiko gagal panen sangat tinggi.
Persebaran tungai cukup merepotkan , karena tungau memiliki sistem bekembang biak dari tungau sendiri sangatlah cepat. Satu betina tungau dapat bertelur sebanyak 20 butir dengan masa hidup tungau selama 4 minggu.
Telur tungau tersebut menetas dalam waktu 3 hari. Gejala lain pada budidaya cabe keriting Sios Tavi ini adalah bagian bawah daun menjadi perak atau coklat pada sekitar tulang daun.
Daun yang lama-kelamaan menjadi coklat atau perak secara keseluruhan perlahan-lahan layu dan pada akhirnya akan mati. Sehingga penanganan secara cepat oleh petani budidaya cabe keriting Sios Tavi harus cepat terlaksana.
Penyakit Busuk Buah Antraknosa Cabe Keriting
Penyakit ini menyerang suhu udara lahan pertanian budidaya cabe keriting tinggi sehingga mempermudah cendawan penyakit busuk buah antraknosa berkembang biak. Colletotrichum capsici adalah cendawan yang menyebabkan penyakit buah busuk antraknosa pada budidaya cabe keriting.
Pada awalnya penyakit ini menyebar ke tanaman budidaya cabe keriting Sios Tavi lain lewat hembusan angin atau hanyut pada air hujan. Sehingga tanaman budidaya cabe keriting yang jaraknya berdekatan akan sangat mudah terinfeksi dari tanaman lain yang terkena penyakit antraknosa.
Ciri utama pada buah budidaya cabe keriting Sios Tavi terinfeksi antraknosa adalah titik berwarna coklat yang melingkar pada suatu titik pada buah. Jika petani budidaya cabe keriting membiarkan penyebaran penyakit ini menyebabkan buah lama-kelamaan mengkerut dan menyusut kering lalu jatuh ketanah.
Kurang maksimalnya hasil panen dari petani kebanyakan penyebabnya adalah penyakit busuk buah antraknosa yang menyerang budidaya cabe keriting Sios Tavi . Sehingga kesadaran petani untuk memperhatikan kesehatan tanaman budidaya cabe keriting dengan rutin melakukan penyemprotan pestisida sesuai dengan anjuran pemakaian dosis.
Penyakit Kuning Cabe Keriting Sios Tavi
Penyebab penyakit ini adalah hama kutu kebul yang memakan nutrisi-nutrisi pada tanaman budidaya cabe keriting Sios Tavi menularkan virus tersebut. Awalnnya penyakit ini menyerang pucuk daun dan terdapat kerutan pada daun muda.
Jika petani budidaya cabe keriting Sios Tavi membiarkan penyakit ini daun yang berwarna kuning lama-kelamaan menjadi mengkerut dan pada akhirnya rontok. Apabila daun rontok tanaman pasti terganggu dalam proses fotosistesisnya, sebab jika tidak memiliki daun pastinya tanaman kesulitan melakukan proses tersebut.
Pertumbuhan buah pada budidaya cabe keriting Sios Tavi menjadi terhambat dan menyebabkan gagal panen bagi petani. Pencegahan yang paling tepat untuk penyakit kuning adalah pemilihan bibit terbaik, penggunaan mulsa, sanitasi yang teratur, dan pemupukan yang baik.
Baca Juga : Tips Menggunakan Pestisida Yang Baik dan Benar

Leave A Comment