Jenis Bibit Selada Yang Bagus Untuk Budidaya Tanaman
Buka Daftar Isi :
Pemilihan bibit selada yang bagus merupakan tahapan awal untuk petani sebelum melakukan budidaya tanaman. Bibit selada yang bagus biasanya dapat menghasilkan panen yang berkualitas terbaik.
Sehingga dengan menggunakan bibit selada yang bagus dan berkualitas terbaik, maka petani akan mendapatkan hasil panen yang maksimal. Dengan hasil yang maksimal dapat membuat keuntungan dari petani menjadi penting.
Untuk itu pemilihan benih selada menjadi salah satu faktor keberhasilan petani dalam melakukan budidaya tanaman. Berikut ini kami rekomendasikan bibit selada yang bagus yang tersedia pada Toko Belanja Tani.
-
Bibit Selada New Grand Rapid

Bibit ini sangat cocok untuk budidaya tanaman pada daerah dengan dataran menengah hingga dataran tinggi. Dan dapat petani panen sekitar 35 hari setelah masa tanam dan dapat menghasilkan 300 sampai 500 gram untuk 1 tanaman.
Untuk kebutuhan 1 hektar lahan tanam, petani membutuhkan sekitar 250 gram bibit ini. Dan menggunakan jarak tanam sekitar 25 cm X 25 cm. Benih Selada yang ada pada Toko Belanja Tani tersedia dalam kemasan 10 gram.
-
Bibit Selada Red Rapid

Red Rapid sangat cocok untuk petani budidayakan yang tinggal pada daerah dataran menengah hingga dataran tinggi. Yang menghasilkan 400 sampai 600 gram untuk 1 tanaman dan dapat petani panen dalam waktu 35 hari setelah masa tanam.
Petani yang akan menggunakan bibit ini menggunakan sekitar 250 gram untuk 1 hektar lahan pertanian. Dan membutuhkan jarak tanam sekitar 25 cm X 25 cm. Toko Belanja Tani menyediakan bibit ini dalam kemasan 10 gram.
Cara Menanam Bibit Selada Yang Tepat

Dalam menanam tanaman selada petani wajib mengetahui syarat tumbuhnya tanaman ini terlebih dahulu. Karena apabila petani tidak mengetahui syarat tumbuh selada, dapat menyebabkan tanaman tidak tumbuh dengan baik bahkan mati.
Pertama tanaman selada dapat tumbuh pada lahan tanam dengan ketinggian sekitar 500 hingga 2000 mdpl. Kemudian tekanan suhu udaranya adalah berkisar antara 15 hingga 20 derajat celcius.
Tanah pada lahan tanam harus dengan jenis berpasir, serta dengan keadaan tanah yang gembur dan tidak gampang tergenang air. Serta tanah memiliki tingkat keasaman dengan pH sekitar 6 hingga 6.8.
Kemudian tanaman selada juga membutuhkan sinar matahari yang cukup, dan cuaca yang tidak terlalu mendung. Untuk lahan tanamnya harus berada pada tempat yang terbuka namun cukup teduh.
Berikut ini cara menanam Tanaman Selada
-
Mempersiapkan Media Tanam
Apabila sudah mendapatkan bibit selada yang bagus, langkah yang petani lakukan selanjutnya adalah mempersiapkan media tanam. Contoh dari media tanam yang dapat petani siapkan adalah Pupuk kandag, tanah gembur, pot atau polybag serta sekam padi.
-
Penyemaian Bibit Selada
Setelah semua media tanam sudah siap, petani dapat mencampurnya menjadi satu dengan komposisi tanah sedikit lebih banyak. Kemudian apabila sudah media tanam sudah tercampur rata, petani memasukkannya pada pot atau polybag.
Setelah itu petani pada media tanam yang sudah berada pada pot atau polybag dengan kedalaman 2 cm. Kemudian petani memasukkan benih selada pada lubang dalam media tanam tadi.
Biarkan benih berkembang selama sekitar 10 sampai 14 hari atau bahkan lebih. Setelah berumur sekitar 14 hari, biasanya tanaman selada sudah memiliki daun dengan jumlah 4 sampai 6 helai.
-
Pengolahan Lahan Tanam
Sebelum memindahkan tanaman selada pada lahan pertanian yang terbuka, petani dapat menyiapkan lahan tanam terlebih dahulu. Pengolahan lahan tanam ini biasanya meliputi penggemburan lahan, serta pemberantasan gulma atau rumput liar.
Adanya gulma atau rumput liar pada lahan pertanian dapat mengganggu pertumbuhan dari tanaman selada. Karena gulma dan rumput liar dapat mengambil nutrisi yang tanaman selada butuhkan.
-
Pemindahan Pada Lahan Tanam
Sebelum melakukan proses pemindahan, sebaiknya petani memberikan pupuk pada lahan tanam terlebih dahulu. Tambahkan juga arang sekam apabila perlu, setelah itu petani dapat memindahkan benih selada.
Dalam melakukan pemindahan benih, sebaiknya petani melakukannya secara hati hati. Misalnya adalah dengan menjaga agar akar dari benih selada tetap dalam kondisi baik dan tidak rusak.
Cara Merawat Tanaman Selada
Untuk menjaga supaya tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, sebaiknya petani melakukan perawatan secara rutin. Contohnya adalah penyiraman tanaman secara teratur, pemberian pupuk yang tepat, menjaga tanaman dari hama dan masih banyak yang lainnya.
Berikut ini adalah Perawatan Tanaman Selada Yang Tepat
-
Penyiraman Tanaman
Kebutuhan air yang cukup merupakan salah satu faktor tanaman dapat berkembang dengan baik dan sehat. Petani dapat melakukan penyiraman tanaman selada dengan teratur setiap 2 kali sehari yaitu pada pagi dan siang hari.
Namun apabila saat melakukan budidaya selada pada musim hujan, petani dapat mengurangi intensitas penyiraman. Tetapi petani tetap memperhatikan tingkat kelembaban pada tanah untuk menjaga tanaman selada kekurangan air.
-
Pemberantasan Tumbuhan Liar
Pada sekitar lahan tanaman budidaya biasanya tumbuh tumbuhan liar atau gulma seperti rumput liar. Pemberantasan ini bertujuan untuk menjaga tanaman selada tetap dalam kondisi yang sehat dan tidak kekurangan nutrisi.
Karena tumbuhan liar atau gulma dapat mengambil nutrisi yang tanaman selada butuhkan untuk membantu perkembangannya. Selain itu gulma dapat menjadi tempat berkembang biaknya hama serangga seperti Kumbang dan Belalang.
-
Menjaga Sistem Drainase Pada Lahan Tanam
Pada area sekitar lahan tanam selada, petani wajib memperhatikan apakah ada air yang menggenang atau tidak. Apabila terdapat genangan air, petani wajib membuat sistem drainase pada lahan tanam untuk membuang air yang menggenang.
-
Pemanenan Tanaman Selada
Pada saat memasuki usia sekitar 50 sampai 60 hari setelah masa tanam, tanaman selada sudah siap untuk petani panen. Pemanenan tanaman selada sebaiknya petani lakukan dengan hati hati supaya selada tetap dalam kondisi baik dan tidak rusak.
Baca Juga : Budidaya Buncis Usaha Menguntungkan Idola Petani

Leave A Comment