Penyakit Cabe Musim Hujan Yang Dapat Menyerang Saat Budidaya
Buka Daftar Isi :

Ketika menjalankan kegiatan budidaya tanaman cabai rawit pada musim penghujan, petani harus mewaspadai beraneka jenis penyakit yang dapat menyerang tanaman.
Penyakit cabe musim hujan dapat menghambat pertumbuhan tanaman cabai rawit, sehingga hasil panen akan menurun serta buahnya akan berkualitas jelek.
Dengan hasil panen buah cabai rawit yang menurut dan mempunyai kualitas yang jelek, maka dapat merugikan petani saat melakukan budidaya.
Oleh sebab itu, ketika melaksanakan budidaya cabai rawit pada musim penghujan petani harus mewaspadai serangan beraneka penyakit cabe musim hujan.
Berikut ini adalah berbagai contoh dari penyakit cabe musim hujan, yang harus petani waspadai ketika melaksanakan budidaya cabai rawit.
Penyakit Antraknosa
Serangan dari penyakit antraknosa pada budidaya tanaman cabai rawit umumnya terjadi akibat dari serangan jamur Colletotrichum spp.
Jamur Colletotrichum biasanya dapat menyerang budidaya tanaman cabe rawit, pada seluruh masa perkembangan dari tanaman cabai rawit.
Umumnya, jamur tersebut dapat hidup pada bagian dalam dan sekitar biji, pada sisa tanaman, dan pada inang alternatif.
Pada saat musim penghujan, akan lebih memicu pertumbuhan dari jamur Colletotrichum, yang dapat menyebabkan penyakit antraknosa pada tanaman cabai rawit.
Persebaran jamur tersebut dapat lewat media air hujan atau melalui air irigasi, ketika petani melakukan pengairan pada tanaman cabai rawit.
Proses infeksi buah cabai rawit umumnya dapat terjadi ketika suhu dalam sekitar 10 hingga 30 derajat celcius.
Sedangkan untuk suhu yang ideal buat perkembangan dari penyakit antraknosa terjadi, ketika suhunya sekitar 23 sampai 27 derajat celcius.
Tanaman cabai rawit yang terkena penyakit antraknosa, dapat petani ketahui pada beberapa gejala pada bagian tanaman cabe rawit.
Pertama, pada bagian buah cabai rawit akan ada luka yang melingkar maupun bersudut, serta biasanya akan basah.
Selanjutnya, bagian tengah dari luka pada buah cabai rawit yang umumnya berwarna coklat, akan mulai berubah warna menjadi hitam.
Sementara itu, pada jaringan – jaringan pada sekitar luka tersebut, warnanya akan menjadi agak terang dan juga cerah.
Sedangkan sebagian besar permukaan dari buah cabai rawit biasanya akan mulai tertutupi oleh luka tersebut.
Buah cabai rawit hijau bisa terkena infeksi dengan tersembunyi, serta tidak akan menunjukkan gejala hingga buahnya akan matang.
Selain dapat menyerang bagian buah, gejala penyakit antraknosa dapat timbul pada daun serta batang tanaman cabai rawit.
Pada bagian batang serta daun, akan muncul bintik berukuran kecil yang berwarna abu – abu kecoklatan, dengan tepinya berwarna coklat tua.
Ketika akhir musim, buah cabai rawit yang sudah matang bisa mengalami pembusukan, serta cabangnya akan mati pucuk.
Penyakit Layu Bakteri
Serangan dari penyakit layu bakteri pada budidaya tanaman cabai rawit, terjadi akibat dari bakteri Ralstonia Solanacearum.
Bakteri Ralstonia Solanacearum umumnya bisa hidup lumayan lama pada dalam tanah, bekas tanaman, maupun inang alternatif.
Luka yang terjadi pada sistem akar tanaman cabai rawit dapat menjadi suatu jalan masuk dari bakteri tersebut.
Naiknya temperatur, meningkatnya tingkat kelembaban udara dan tanah, serta pH tanah dapat membantu perkembangan dari penyakit layu bakteri.
Gejala dari serangan penyakit layu bakteri dapat timbul saat daun muda mulai layu ketika kondisi cuaca sedang panas.
Sementara itu, ketika suhu mulai agak dingin, sebagian daun tanaman cabai rawit akan kembali normal lagi.
Sedangkan pada bagian bawah batang dan akar akan mulai berubah warna, yang berubah menjadi coklat gelap.
Akar tanaman cabe rawit yang sudah terkena infeksi bisa mengalami pembusukan karena infeksi dari bakteri sekunder.
Jika batang tanaman cabai rawit petani potong, batang akan tampak mengeluarkan sekresi yang berwarna putih hingga kekuningan.
Penyakit Bercak Bakteri
Serangan dari penyakit bercak bakteri pada tanaman cabai rawit terjadi akibat infeksi dari bakteri Xanthomonas Campestris PV.Vesicatoria.
Penyakit bercak bakteri umumnya dapat menyerang buah, batang serta daun tanaman cabai rawit, ketika budidaya pada musim penghujan.
Untuk gejala dari penyakit bercak bakteri adalah adanya bintik mendala pada buah, batang serta daun tanaman cabai rawit.
Bila permukaan daun tanaman cabai rawit petani balik, akan ada lingkaran bercak berwarna hitam serta bagian dalamnya berwarna putih.
Jika serangan penyakit bercak bakteri termasuk dalam kategori yang cukup parah, permukaan daun bagian atasnya akan kasar.
Hal ini karena adanya bercak tidak teratur yang mempunyai warna kuning, yang pada bagian dalamnya mempunyai warna coklat muda.
Apabila infeksi penyakit ini cukup tinggi, buah serta daun tanaman cabai rawit perlahan akan mengalami rontok.
Baca Juga : Fungisida Untuk Cabe Di Musim Hujan Dan Jenis Penyakitnya

Leave A Comment