Macam Macam Hama Yang Dapat Menyerang Pada Tanaman Budidaya

matador insektisida, pestisida matador, matador 25 ec, bahan aktif lamda sihalotrin, fungsi insektisida bahan aktif lamda sihalotrin

Jual Insektisida Matador Kualitas Terbaik Harga Murah | Belanja Tani

Macam macam hama yang menyerang tanaman budidaya, akan berefek terhadap masa pertumbuhan tanaman budidaya tersebut, yang akan terganggu serta menjadi terhambat.

Dengan proses pertumbuhan dari tanaman yang terhambat atau terganggu, akan menurun produksi hasil panennya secara drastis dan kualitasnya cenderung menjadi jelek.

Sehingga, petani harus mengetahui macam macam hama yang menyerang pada tanaman budidaya, supaya petani bisa segera melakukan tindakan pemberantasan.

Dengan segera menumpas macam macam hama yang menyerang tanaman, fase pertumbuhan tanaman akan berjalan lancar serta maksimal.

Pada bawah ini merupakan macam macam hama yang biasanya dapat menyerang tanaman budidaya, serta akan mengganggu proses pertumbuhannya.

Ulat Grayak

Ulat grayak atau Spodoptera Litura merupakan suatu serangga hama yang akan mengakibatkan kerusakan serius terhadap beraneka jenis tanaman.

Hama ulat grayak termasuk dalam keluarga Noctuidae serta merupakan serangga penggerek daun yang umumnya aktif saat malam hari.

Siklus hidup hama ulat grayak meliputi tahap telur, larva atau ulat, pupa, serta imago saat umurnya sudah dewasa.

Telur – telur hama ulat grayak yang diletakkan oleh ulat dewasa dapat menetas kembali menjadi larva.

Larva memiliki tubuh berwarna hijau atau coklat dengan garis-garis memanjang pada tubuhnya.

Ulat grayak akan merusak tanaman budidaya dengan cara menggerogoti daun, batang, serta buah tanaman inang.

Tanaman yang paling sering terserang oleh ulat grayak termasuk tanaman pangan contohnya kubis, kacang hijau, jagung, bawang, serta sayuran lainnya.

Hama ini juga mampu untuk merusak tanaman hias, tanaman buah – buahan, serta berbagai tanaman perkebunan yang lain.

Serangan hama ulat grayak pada tanaman budidaya akan mengakibatkan kerugian secara signifikan terhadap para petani.

Hal ini akan menghambat proses pertumbuhan serta perkembangan tanaman, turunnya produktivitas hasil panen, dan meningkatkan risiko serangan penyakit sekunder.

Untuk mengendalikan serangan ulat grayak, petani bisa mengawasi tanda serangan ulat grayak, mengumpulkannya dengan manual lalu menghancurkannya.

Memangkas bagian tanaman yang telah terinfeksi, menggunakan predator ulat grayak, seperti larva lebah parasitoid, larva serangga predator dan lainnya.

Petani juga perlu merotasi tanaman, caranya adalah memindahkan tanaman inang dari satu lokasi ke lokasi lain, agar ulat grayak kesulitan menemukan makanan.

Selain cara tersebut, petani juga bisa mengaplikasikan insektisida untuk memusnahkan serangan hama ulat grayak pada tanaman budidaya.

Ketika mengaplikasikan insektisida, dosis serta cara pemakaiannya perlu petani perhatikan agar tidak berdampak buruk untuk tanaman dan lingkungan.

Penggerek Buah

Hama penggerek buah merupakan suatu serangga yang mencari perlindungan serta makanan dengan menggerek atau membuat terowongan pada dalam buah tanaman.

Tujuannya adalah supaya hama penggerek buah menemukan sumber makanan serta tempat berlindung diri agar aman.

Hama penggerek buah ini termasuk pada beraneka spesies, seperti ngengat, ulat, atau serangga lain yang berperilaku penggerek.

Proses perkembangan hama penggerek buah berawal dari telur yang diletakkan oleh hama betina pada sekitar permukaan kulit buah.

Setelah menetas, larva hama ini bisa menggerek pada bagian dalam daging buah untuk mencari makanan dan tempat berlindung.

Hama ini akan hidup dan makan pada bagian dalam buah tanaman budidaya hingga umurnya sudah mencapai dewasa.

Ketika umurnya sudah dewasa, hama penggerek buah keluar dari buah serta mencari pasangan untuk melakukan perkawinan dan siklus hidup akan terulang.

Hama penggerek buah akan mengakibatkan kerusakan terhadap buah yang serius, termasuk turunnya kualitas buah, hilangnya nilai komersial, serta produktivitas panen yang menurun.

Lubang dari penggerek pada kulit buah juga bisa menjadi pintu masuk untuk penyakit serta patogen lain yang akan merusak tanaman lebih lanjut.

Dalam memusnahkan serangan hama penggerek buah, petani dapat mengawasi tanda serangan hama ini, menggunakan perangkap feromon untuk menarik hama jantan.

Menjaga kebersihan lahan pertanian, membuang buah busuk yang terinfeksi, mencegah kepadatan tanaman juga bisa mengendalikan populasi hama penggerek buah.

Petani juga bisa menggunakan predator alami dari penggerek buah, seperti parasitoid atau serangga predator lainnya.

Apabila serangan telah parah, petani juga bisa menggunakan insektisida dengan dosis serta cara penggunaannya perlu petani perhatikan.

Kutu Daun

Kutu daun atau Aphid merupakan salah satu serangga kecil yang termasuk dalam famili Aphididae.

Hama ini seringkali menyerang pada berbagai jenis tanaman, contohnya tanaman hias, sayuran, buah – buahan, serta perkebunan.

Ukuran tubuh dari hama kutu daun lumayan kecil, memiliki bentuk oval atau lonjong, dengan panjang sekitar 1 – 6 mm.

Sementara itu, waran tubuhnya lumayan beragam, contohnya hijau, kuning, merah, coklat, atau hitam, menyesuaikan spesiesnya.

Beberapa kutu daun mempunyai sepasang tubuh ekor pada belakang tubuh yang fungsinya untuk mengeluarkan zat sisa serta memancarkan feromon untuk berkomunikasi.

Kutu daun mampu menghisap cairan tanaman dari jaringan daun, batang, atau bunga dengan menggunakan mulut khusus.

Proses tersebut akan merusak tanaman sebab mengurangi nutrisi yang tersedia untuk tanaman budidaya.

Hama kutu daun juga akan mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan tanaman, menyebabkan daun keriting, menguning, atau gugur lebih awal.

Salah satu aspek yang menonjol dari kutu daun adalah kemampuan mereka untuk berkembang biak secara cepat.

Beberapa spesies mampu untuk bereproduksi dengan cara partenogenesis, yakni menghasilkan keturunan tanpa melalui proses pembuahan.

Pada keadaan lingkungan yang menguntungkan, populasi kutu daun bisa berkembang dengan lumayan cepat serta mengakibatkan wabah hama.

Untuk mengendalikan hama kutu daun, petani bisa menyemprotkan air pada tanaman yang terdapat hama ini, menjaga kebersihan lahan tanam.

Pemupukan nitrogen juga perlu petani awasi, jika terlalu berlebihan, akan meningkatkan populasi hama kutu daun.

Petani juga bisa mengaplikasikan insektisida, apabila serangan hama kutu daun sudah berat, dengan dosis dan cara pakainya perlu petani perhatikan.

Baca Juga : Insektisida Mipcinta Untuk Cabe Bantu Petani Atasi Serangan Hama