Golongan Insektisida Yang Bisa Petani Pakai Ketika Budidaya

preza insektisida, bahan aktif preza, insektisida berbahan aktif siantraniliprol, insektisida bahan aktif siantraniliprol, preza insektisida bahan aktif

Jual Insektisida Preza Harga Murah Kualitas Terbaik | Belanja Tani

Dalam melakukan kegiatan budidaya, petani perlu bersiap apabila tanaman budidaya terkena beraneka serangan dari hama serangga, yang bisa mengganggu pertumbuhan.

Untuk menumpas hama serangga yang menyerang pada tanaman budidaya, umumnya petani mengaplikasikan insektisida yang terkenal efektif untuk mengatasi serangga tanaman.

Maka dari itu, penggunaan insektisida untuk memberantas serangan hama serangga menjadi suatu faktor kesuksesan petani ketika petani melakukan kegiatan budidaya.

Tetapi dalam pemakaian insektisida terhadap tanaman dosisnya perlu untuk petani sesuaikan supaya tanaman tetap dalam kondisi aman dan pertumbuhannya berjalan dengan lancar.

Jika dosis penggunaan insektisida pada tanaman budidaya tidak petani sesuaikan, bisa mengancam tanaman serta pertumbuhan dari tanaman akan cenderung terganggu.

Sehingga pada pemakaian insektisida untuk mengatasi serangan hama serangga pada tanaman, harus petani sesuaikan dosisnya untuk menjaga pertumbuhan tanaman.

Banyak golongan insektisida yang bisa petani pakai untuk mengatasi hama serangga yang umumnya dapat menyerang pada tanaman budidaya.

Berikut merupakan beraneka golongan insektisida yang petani pakai untuk memberantas serangan berbagai jenis hama serangga pada tanaman budidaya.

Golongan Bahan Aktif Insektisida Berdasarkan Sistem Kerjanya

Berdasarkan dengan cara kerjanya, golongan bahan aktif insektisida memiliki beberapa cara kerja berbeda tergantung dengan jenisnya.

Secara jelas, bahan aktif insektisida bisa terpisah menjadi empat golongan berbeda, contohnya adalah Organofosfat, Organoklorin, Pyrethroid, dan  Karbamat.

Pertama merupakan insektisida golongan Organofosfat dengan sistem kerjanya adalah mampu untuk menghambat enzim asetilkolinesterase pada hama serangga.

Enzim tersebut berfungsi dalam proses penumpukan asetilkolin yang biasanya ada pada jaringan impuls sistem saraf otot pada bagian dalam hama serangga.

Serangga yang mendapat semprotan insektisida berbahan aktif tersebut, akan kejang pada bagian ototnya yang berikutnya mengakibatkan kelumpuhan.

Sampai akhirnya hama serangga yang menyerang pada tanaman akan mati setelah mengalami lumpuh sesudah petani menyemprotkan insektisida.

Golongan kedua merupakan insektisida Organoklorin yang cara kerjanya mampu untuk menyerang langsung sistem pusat hama serangga pada tanaman budidaya.

Sehingga hama serangga yang mendapat semprotan insektisida yang bahan aktifnya organoklorin akan menderita kejang, hiperaktivitas yang kemudian hama tersebut mati.

Tetapi umumnya petani jarang sekali memakai insektisida berbahan aktif Organoklorin untuk membasmi hama serangga yang menyerang tanaman budidaya.

Hal tersebut karena sisa residu bahan aktif insektisida golongan ini cukup sulit untuk diurai, sehingga bisa berdampak bahaya terhadap tanaman budidaya.

Ketiga yaitu insektisida bergolongan Pyrethroid dengan sistem kerjanya mampu untuk menyerang langsung pada bagian serangga yang terkena semprotan insektisida ini.

Insektisida golongan ini bisa berpengaruh terhadap sistem saraf hama serangga yang akan menyebabkan hama serangga tersebut secara perlahan akan mati.

Tidak mengherankan insektisida dengan golongan bahan aktif ini umumnya petani pakai untuk membasmi serangan hama serangga pada tanaman.

Golongan terakhir merupakan insektisida Karbamat yang cara kerjanya bisa mengekang enzim asetilkolinesterase dengan cara bolak balik.

Sistem kerja insektisida dengan bahan aktif ini lumayan mirip dengan golongan Organofosfat, bedanya jenis ini sangat mudah untuk terurai.

Golongan Bahan Aktif Insektisida Berdasarkan Hama Sasaran

Supaya pembasmian hama serangga lebih maksimal, petani sebaiknya perlu memakai bahan aktif yang tergantung dengan jenis hama yang petani basmi.

Ada banyak golongan bahan aktif insektisida berdasarkan dengan hama sasaran yang biasanya petani pakai saat melaksanakan kegiatan budidaya tanaman.

Misalnya insektisida yang mengandung bahan aktif Karbofuran, Siantraniliprol, Metomil, Diafentiuron, Abamectin serta banyak lagi yang lainnya.

Pertama merupakan insektisida yang berbahan aktif Karbofuran serta efektif untuk memberantas hama cacing, ulat, serta ulat penggerek batang.

Merek insektisida dengan kandungan bahan aktif ini yaitu adalah Sidafur, Furadan, Bariel dan banyak lagi beraneka merek lainnya.

Kedua insektisida yang mengandung bahan aktif Siantraniliprol yang berfungsi untuk membasmi hama ulat grayak, penggorok daun serta banyak lagi yang lain.

Insektisida berbahan aktif ini, yaitu seperti Preza, Minecto Xtra serta banyak lagi yang lain,  dengan kandungan bahan aktif ini.

Ketiga merupakan insektisida yang bahan aktifnya Metomil yang bisa petani aplikasikan untuk membasmi hama belalang, ulat grayak serta beberapa lainnya.

Produk insektisida dengan kandungan bahan aktif ini yaitu Metin, Metindo, Lannate dan masih banyak beraneka merek lainnya.

Keempat insektisida yang bahan aktifnya Diafentiuron yang terkenal lumayan efektif untuk membasmi serangan hama ulat kantong, kutu daun serta banyak lagi lainnya.

Insektisida yang menggunakan bahan aktif golongan ini yaitu Pegasus, Marshal dan banyak lagi merek insektisida lainnya.

Yang terakhir merupakan insektisida yang mengandung bahan aktif Abamectin untuk memberantas hama serangga wereng, kutu kebul serta yang lain.

Untuk merek insektisida yang mengandung bahan aktif golongan ini yaitu Abacel, Demolish, Alfamek dan beberapa produk insektisida lainnya.

Itu tadi merupakan beraneka golongan bahan aktif insektisida berdasarkan hama sasaran yang petani pakai untuk memberantas serangan hama serangga.

Masih banyak lagi beraneka golongan bahan aktif insektisida berdasarkan dengan hama sasaran untuk memberantas hama serangga yang menyerang tanaman budidaya.

Baca Juga : 5 Insektisida Pembasmi Ulat Pada Cabe Paling Ampuh